MENGOPTIMALKAN KINERJA: DAMPAK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, PENGENDALIAN INTERNAL, KOMPETENSI, DAN DISIPLIN KERJA
Bintang Pndhu Istiawan
Universitas Merdeka Malang
Joko priono
Universitas AKI
https://jurnal.stie.asia.ac.id/index.php/jpro/article/view/2366
ABSTRACT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem informasi akuntansi, pengendalian internal, kompetensi, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Dalam konteks organisasi modern, kinerja karyawan menjadi salah satu indikator utama yang menunjukkan efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan sangatlah penting.
Sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan metode sampel jenuh, yang artinya seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data yang lebih representatif dan komprehensif. Penelitian ini melibatkan karyawan dari berbagai departemen di perusahaan, sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai pengaruh variabel-variabel yang diteliti.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier, yang diolah menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel independen—sistem informasi akuntansi, pengendalian internal, kompetensi, dan disiplin kerja—memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen, yaitu kinerja karyawan.
Di antara semua variabel independen, disiplin kerja terbukti memiliki pengaruh terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki disiplin tinggi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam pekerjaan mereka. Disiplin kerja mencerminkan tanggung jawab individu dalam menjalankan tugas dan mematuhi aturan yang ada, yang pada akhirnya berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan.
Dengan demikian, perusahaan perlu memberikan perhatian lebih pada pengembangan sistem informasi akuntansi yang efektif, pengendalian internal yang kuat, serta pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Selain itu, menciptakan lingkungan kerja yang mendukung disiplin kerja akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan.
Referensi:
- Achmad Budion, Azis Fathoni, & Maria M Minarsih. 2016. Pengaruh Good Governance, Pengendalian Intern, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Kantor Keuangan Kodam IV Diponegoro yang Berkedudukan di Semarang.
- Ananta Budi Lasso & Sutjipto Ngumar. 2016. Pengaruh Pengendalian Intern terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi PT. Brother Silver.
- Eny Parjanti, Kartika Hendra & Siti Nurlela. 2014. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi, Gaya Kepemimpinan, dan Kompleksitas Tugas terhadap Kinerja Karyawan.
- Fahmi Rizaldi & Bambang Suryono. 2015. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Karyawan CV Teguh Karya Utama Surabaya.
- Ghozali, I. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Cetakan Kelima. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang.
- Ika Listiana. 2017. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Pengendalian Internal terhadap Kinerja Karyawan Studi Kasus pada KSPPS Bina Insan Mandiri.
- Jogiyanto. 2010. “Pedoman Survei Kuesioner”. BFFE: Yogyakarta.
- Mulyadi. 2008. Sistem Akuntansi. Edisi Ketiga. Cetakan Keempat. Penerbit Salemba Empat. Jakarta…
PENGARUH DIGITAL MARKETING TERHADAP MINATBELIKONSUMEN
Bintang Pandhu Istiawan
Universitas Merdeka Malang
Penny Az-Zahra
1; Arti Sukmalengkawati2
STIE Yas Anggana, Garut1,2
Kondisi teknologi yang semakin berkembang menimbulkan hal-hal baru terjadi
dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu yang biasanya tidak ada menjadi ada dandigandrungi oleh banyak orang salah satunya internet Pada kegiatan bisnis kecil hinggabesarpun saat ini banyak memanfaatkan perkembangan teknologi digital yang berbasisinternet. Penggunaan digital marketing yang dilakukan dengan tepat, konsistendanmenarik akan lebih memunculkan minat beli terhadap produk yang ditawarkan Adapuntujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh digital marketing terhadapminat beli. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif, dimana data diperolehdari
kuesioner dan menggunakan teknik non probability sampling. Hasil analisa penelitianmenemukan bahwa, digital marketing berpengaruh positif terhadap minat beli.Kondisi teknologi yang berkembang semakin pesat menimbulkan hal-hal baruterjadi dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu yang biasanya tidak ada menjadi ada dandigandrungi oleh banyak orang salah satunya internet. Saat ini jika kita perhatikaninternet menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi setiap manusia, tanpa internet
sepertinya kegiatan sehari-hari dirasa kurang sempurna terlebih ketersediaannya semakinmudah untuk didapatkan dan hal tersebut terjadi pada semua kalangan masyarakat. Internet menjadi penting terlebih ketika dibutuhkan untuk menjalankan sebuah proseskomunikasi baik bagi individu maupun organisasi. Semakin banyak orang menggunakan internet maka timbul perubahan seperti cara manusia dalam menjalani kehidupankhususnya dalam hal berkomunikasi
Aktivitas Manajemen Periklanan Agensi Below The Line dalam Menangani Produk Kesehatan (Studi Kasus Deskriptif tentang Aktivitas Manajemen Periklanan TM Creative Communication dalam Menangani Klien Produk Obat dan Susu)
Bintang Pandhu Istiawan
Universitas Merdeka Malang
ANGGARDIKA AYU P., Pulung S. Perbawani, SIP. MM.
Universitas Gajah Mada
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/78836
Seiring dengan semakin banyaknya produk dan jasa di pasar, kebutuhan-kebutuhan akan aktivitas pemasaran juga semakin meningkat. Hal tersebut menyebabkan semakin banyaknya pertumbuhan agensi iklan di Indonesia. Agensi iklan tersebut berperan dalam menangani kebutuhan pemasaran dari produk atau jasa yang tidak bisa ditangani oleh sebuah perusahaan. Masing-masing biro iklan akan menawarakan konsep pemasaran yang selanjutnya akan dipilih oleh sebuah perusahaan sebagai agensi iklan yang akan melaksanakan program pemasaran dari perusahaan tersebut. Dari sekian banyaknya agensi iklan di Indonesia, terdapat sebuah agensi yang mempunyai keunikan khusus, yaitu TM Creative Communication. Agensi iklan tersebut merupakan sebuah agensi yang khusus bergerak di below the line media dan khusus menangani klien-klien yang memproduksi produk dengan kategori obat-obatan dan nutrisi. TM Creative Communication merupakan salah satu agensi di Indonesia dan Asia Tenggara yang hanya menangani produk-produk kesehatan melalui pemasaran below the line media. Bidang jasa pemasaran yang menangani pada produk kesehatan, farmasi, dan nutrisi tersebut masih terbilang jarang di industri agensi periklanan. Berbeda dengan manajemen periklanan yang dilakukan oleh agensi iklan pada umumnya, kegiatan manajemen periklanan TM Creative Communication sebagai agensi yang khusus menggunakan media BTL banyak melibatkan aktor-aktor dari industri lain di dalamnya, seperti perusahaan sebagai klien, vendor, event organizer, dan target sasaran atau konsumen itu sendiri. Selain itu, bidang pekerjaan yang dikhususkan kepada perusahaan-perusahaan produk kesehatan, farmasi dan nutrisi membuat segala kegiatan atau perencanaan periklanan yang dibuat oleh TM Creative Communication harus mengikuti aturan mengenai pedoman pengawasan promosi dan iklan obat yang telah dibuat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Adanya regulasi tersebut, tentunya akan berpengaruh pada perumusan konsep kreatif dan eksekusi aktivitas pemasaran produk yang ditangani oleh TM Creative Communication. Berbagai tahapan perumusan konsep pemasaran dalam manajemen periklanan TM Creative Communication dilakukan dengan mendasarkan pada ketentuan pemasaran produk obat-obatan tersebut. Keseluruhan aktivitas manajemen periklanan tersebut menghasilkan konsep periklanan dan pemasaran yang berbeda jika dibandingkan dengan aktivitas manajemen periklanan yang dilakukan oleh agensi iklan pada umumnya.
Komentar
Posting Komentar